Puisi:Taman Tafakur



Sepintas mengenang-Mu
terlalu lama kumenjauh
diuliti kesyahduan
duniawi
dimamah leka asyik
mazmumah
langsung tidak dihirau
sahutan Ilahi


Lalu aku tergugah
dari mimpi-mimpi yang
tidak bertepi
terus tunduk mendekati
menyirami keras hati
dengan sulam-sulaman
insaf


yang dibawa terlalu indah
menyinari titian kehidupan
terus menghimpit tanpa kusedari


Masih diberi ruang diri
untuk mengikis kudis di hati
untuk memugar jiwa yang kusam


Tiada bicara yang dapat dilafaz
melainkan tiap detik hanya pada-Mu
kuserah jiwa dan raga
dari terus hanyut dalam mimpi
atas ruang sementara ini.


M. HAIDI M. KASRAN
IPG Kampus Bahasa Melayu,
Kuala Lumpur